makalah entrepreneurship mengenal potensi wirausaha

Makalah Emtrepreneurship dengan judul menenal potensi wirausaha semoga bermanfaat 🙂

BAB I PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Pada zaman dewasa ini banyak sekali seseorang yang memiliki ijazah S1 tapi tidak memiliki pekerjaan. Selain itu juga banyak sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan background dari pendidikannya . Untuk itu di perguruan tinggi bayak yang memasukan mata kuliah Enterpreneur dengan harapan kelak lulusannya bisa memiliki mental dari seorang wirausaha sehinnga kelak setelah lulus bisa bersaing dengan lulusan lain dalam mencari pekerjaan . Dengan adanya masalah itu penulis mengambil judul makalah ini “Mengenal Potensi Wirausaha “ .

 

  1. RUMUSAN MASALAH
  2. Apa pengertian potensi ?
  3. Apa pengertian wirausaha ?
  4. Apa potensi yang ada pada seorang wirausaha ?
  5. Apa pentingnya mempelajari ilmu wirausaha (entrepreneur)?

 

  1. TUJUAN MASALAH
  2. Kita dapat mengetahui pengertian potensi.
  3. Kita dapat mengetahui pengertian wirausaha.
  4. Kita dapat mengetahui potensi yang ada pada seorang wirausaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

 

 

  1. Pengertian Potensi Diri

Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Jadi kalau dihubungkan dengan kewirausahaan berarti kemampuan, kekuatan yang dimiliki seseorang dalam berusaha atau melakukan suatu usaha..

Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  • Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.
  • Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
  • Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.

Menurut “Howard Gardner”, potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut:

  1. Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
  2. Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
  3. Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
  4. Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
  5. Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
  6. Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.
  7. Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi (merenung) dan keseimbangan diri.
  8. Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal alam, flora dan fauna dengan baik.
  9. Intelegensi eksistensial, kemampuan seseeorang menyangkut kepekaan menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup, mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.

 

  1. Pengertian Wirausaha

 

  1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur mengatur permodalan operasinya.
  2. Menurut Richard Cantillon (1755), entrepreneurial is an innovator and individual developing something unique and new (wirausaha adalah seorang penemu dan individu yang membangun sesuatu yang unik dan baru).
  3. Menurut J.B Say (1803), wirausaha adalah pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efekif dan efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi lebih tinggi.
  4. Menurut Dan Stein dan John F. Burgess (1993:35), wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.
  5. Menurut Schumpeter (dalam Bygrave, 1996), wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang dan menciptakan oragnisasi untuk mengejar peluang tersebut.
  6. Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa dijual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
  7. Menurut Dan Stein dan John F. Burgess (1993:35), wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.
  8. Menurut Schumpeter (dalam Bygrave, 1996), wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang dan menciptakan oragnisasi untuk mengejar peluang tersebut.
  9. Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa dijual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

 

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa :

wirausaha adalah seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.

 

  1. Potensi Seorang Wirausaha

Para wirausaha adalah orang-orang yang berorientasi kepada action (tindakan), dan bermotivasi tinggi yang menantang risiko dalam mengejar tujuannya. Berikut adalah potensi-potensi dari seorang wirausaha :

  1. Percaya diri
  2. Berorientasi kepada tugas dan hasil
  3. Berani menantang risiko
  4. Memiliki jiwa kepemimpinan
  5. Mempunyai sikap orisinil
  6. Berorientasi ke masa depan
  7. Bersikap Profesional

 

Secara sederhana penuliskan uraikan sebagai berikut :

 

  1. Percaya Diri.

Sikap percaya diri bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat keberanian dalam memimpin usahanya. Sikap berani ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :

1)   Memiliki Keyakinan

2)   Ketidaktergantungan dengan pihak lain (mandiri)

3)   Individualitas

4)   Optimisme

 

  1. Berorientasi Kepada Tugas dan Hasil

Sikap berorientasi kepada tugas dan hasil bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat bertanggung jawab dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :

1)   Kebutuhan akan Prestasi,

2)   Berorientasi kepada Tujuan Perusahaan,

3)   Tekun dan Tabah,

4)   Tekad Kerja Keras,

5)   Mempunyai Motivasi Tinggi,

6)   Energik,

7)   Kreatif dan Inisiatif.

 

  1. Berani Menantang Risiko

Sikap Berani menantang risiko bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat optimis dalam memimpin usahanya, karena dibalik risiko yang besar terdapat tingkat keuntungan yang besar pula . Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :

1)   Suka pada Tantangan

2)   Kreatif dan Spekulatif

3)   Suka Memprediksi atau Mengekspektasi keadaan Pasar dan

Perekonomian.

 

  1. Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Sikap Kepemimpinan bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat aplikasi dari suatu jiwa kepemimpinan atau manajemen dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :

1)   Bertingkah laku sebagai Pemimpin

2)   Dapat bergaul atau berkomunikasi dengan orang lain

3)   Mampu menanggapi saran dan kritik

 

  1. Mempunyai Sikap Orisinil

Sikap orisinil bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat profesional dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :

1)   Mampu berinovasi

2)   Kreatif

3)   Fleksibel

4)   Akses informasi

5)   Ahli dan atau Terampil

6)   Berwawasan luas

 

  1. Berorientasi ke Masa Depan.

Sikap berorientasi ke masa depan bagi seorang wirausaha menunjukkan juga sifat optimisme dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :

1)   Mempunyai visi dan persepsi ke depan,

2)   Mampu menginterpretasikan hasil analisis guna dijadikan sebagai

planning.

Planning atau perencanaan diperoleh dari hasil forcasting (ramalan) dipadukan dengan target atau tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan ramalan tersebut dapat digunakan dengan metode kualitatif (pendapat) maupun metode kuantitatif.

Metode-metode Kualitatif dapat diperoleh dari :

(1)  Pendapat para pelanggan (customers),

(2)  Pendapat para tenaga penjual (salesman) atau para karyawan

lainnya,

(3)  Pendapat para karyawan di bagian research and development,

(4)  Pendapat para pakar (ahli).

Metode-metode Kuantitatif dapat diperoleh dengan metode statistik yang antara lain :

(1)  Metode Trend,

(2)  Metode Regressi Product Moment,

(3)  Metode Regressi Least Square.

 

  1. Sikap Profesional

Seorang wirausaha harus mempunyai sikap profesional, yakni; mencintai profesinya. Profesionalisme seorang wirausaha diindikasikan antara lain :

1)   Waktu bekerja secara penuh

2)   Berpendidikan yang memadai,

3)   Berpengalaman yang memadai,

4)   Berwawasan yang luas,

5)   Berdisiplin tinggi,

6)   Mampu berkomunikasi dengan pihak lain.

 

Dari sekian banyak potensi wirausaha, seyogyanya dimiliki dan dikembangkan oleh setiap wirausahawan. Memang tidak pernah ada  seseorang yang memiliki seluruh potensi tersebut secara utuh atau sempurna, sehingga semakin banyak seseorang memiliki potensi tersebut, semakin besar peluangnya menjadi wirausaha yang sukses. Seorang wirausaha yang sukses tidak hanya sekedar memiliki potensi saja tetapi juga harus memiliki sikap mental sebagai seorang wirausaha.

 

Sikap Mental Wirausaha

 

Mental (Spirit) wirausaha seringkali mengalami fluktuasi, oleh karena itu perlu dikembangkan secara positip dan terus-menerus, agar jiwanya selalu optimis dan penuh semangat. Sampai saat ini pengembangan mentalitas tersebut diharapkan tetap terus digalakkan, mengingat wirausaha kita masih sedikit jumlahnya yakni kurang dari 2% dari jumlah penduduk. Berdasarkan pengamatan masih banyak wirausaha kita yang memiliki kelemahan mentalitas yang dapat diperinci antara lain sebagai berikut :

1)   Umumnya kurang memperhatikan kualitas, baik kualitas SDM, kualitas bahan baku atau persediaan, maupun kualitas dibagian administrasi dan pemasaran.

2)   Berani menerabas-nerabas bahaya, biasanya kurang memperhatikan perizinan, berusaha  ingin mengejar keuntungan yang tinggi dengan kurang mempertimbangkan faktor risiko yang bakal terjadi.

3)   Kurang percaya diri, biasanya selalu ketergantungan dengan pihak lain, biasanya kurang memiliki pengetahuan, keterampilan, ataupun keahlian, sehingga kurang pergaulan.

4)   Kurang bertanggung jawab, biasanya tidak disenangi oleh kolega bisnis, sehingga kesulitan dalam memperluas usahanya.

5)   Kurang disiplin, biasanya sikap ini sering merugikan perusahaan, karena dapat menimbulkan ekonomi biaya tinggi, para pelanggan merasa kurang terlayani dengan baik, karena tidak sesuai dengan prinsip time is money, atau prinsip delivery on time.

6)   Masih banyak yang kurang jujur, biasanya sikap ini sering menimbulkan kerugian bagi perusahaan, karena perusahaan digerogoti (dicuri atau dikorupsi) dari dalam oleh oknum karyawan, dan menyebabkan pula para pelanggan menghentikan hubungan bisnisnya dengan pihak perusahaan.

7)   Kurang memiliki sifat transparansi, biasanya sikap ini sering merugikan para pelanggan, karena barang yang kurang berkualitas dijual dengan harga tinggi, sehingga para pelanggan mengalami kekecewaan.

8)   Suka membuang-buang waktu. Sikap ini biasanya dilakukan oleh oknum karyawan yang sedikit memperoleh pengawasan dan pengendalian dari atasannya. Hal ini menunjukkan juga sikap kurang disiplin seperti yang diuraikan pada point 5 di atas.

Sebab-Sebab Kegagalan Perusahaan

Berdasarkan pengamatan dalam dekade terakhir, banyak perusahaan yang mengalami kegagalan bahkan bangkrut. Kegagalan tersebut banyak disebabkan oleh berbagai faktor yang antara lain :

1)   Manajemen yang jelek

2)   Pengelolaan modal belum memadai

3)   Modal relatif kecil

4)   Cepat putus asa, atau tidak tekun

5)   Kurang kreatif

6)   Banyak melakukan kelalaian

7)   Tidak tepat dalam berjanji

8)   Kurang jujur dalam bisnis

9)   Kurang perhitungan dalam segala hal

10) Tidak dapat memenuhi selera konsumen

11) Banyak pemborosan

12) Pelayanan yang kurang memuaskan

13) Peraturan Pemerintah yang kurang menguntungkan

14) Tidak ada kader penerus

Khususnya tentang manajemen yang jelek biasanya banyak disebabkan oleh:

1)   Melakukan segala sesuatu secara tradisional

2)   Tidak ada pengalaman dalam manajemen

3)   Kurang memahami bidang usaha

4)   Tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan kemajuan teknologi

5)   Banyak mencampurkan urusan bisnis dengan urusan keluarga

6)   Laporan keuangan yang tidak cermat

7)   Sistem akuntansi yang jelek

8)   Salah memilih karyawan dan pelanggan

9)   Perencanaan yang jelek

10) Tidak bisa mengadakan diversifikasi usaha (terlambat penyesuaian)

 

Dari uraian diatas dapat disimpulkan jika kita ingin menjadi seorang wirausaha yang sukses kenali terlebih dahulu potensi apa yang kita meliki. Setelah potensi kita sudah ditemukan maka kembangkanlah potensi itu untuk bisa mengembangkan usaha yang kita jalani.

 

  1. Pentingnya mempelajari ilmu wirausaha

Dahulu, prestasi dan pendidikan saja cukup untuk menjadi bekal mencari pekerjaan serta bisa terus hidup, tetapi di zaman sekarang belum tentu bisa mencari pekerjaan dengan modal prestasi dan pendiikan saja karena banyak sekali para sarjana yang masih nganggur karena mereka tidak memiliki kreatifitas dan bakat tertentu jadi banyak sekali tujuan mempelajari ilmu kewirausahaan yang bisa dimanfaatkan bagi para lulusan perguruan tinggi dalam mewujudkan impiannya. Beberapa tujuan kewirausahaan untuk mahasiswa dan bagi dunia pendidikan, yaitu:

  1. Pendidikan saja sudah tidak cukup menjadi bekal untuk masa depan. Kewirausahaan bisa diterapkan disemua bidang pekerjaan dan kehidupan, sehingga sangat berguna sebagai ‘bekal’ masa depan mahasiswa bila ingin berkarir dibidang apapun.
  2. Pada saat lulusan perguruan tinggi atau orang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) maka kewirausahaan bisa menjadi ilmu untuk bertahan hidup dan mencari nafkah.
  3. Untuk sukses di dunia kerja atau usaha, tidak hanya pandai bicara tetapi butuh realita. Oleh karena itu, kewirausahaan adalah ilmu nyata yang bisa mewujudkannya.
  4. Memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi lokomotif serta kemakmuran bangsa Indonesia.
  5. Meningkatkan pendapatan keluarga dan daerah yang akan berujung pada ekonomi bangsa
  6. Membudayakan sikap unggul, berperilaku positif, dan kreatif
  7. Menjadi bekal ilmu untuk mencari nafkah bertahan hidup dan berkembang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal.

Menurut “Howard Gardner”, potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut:

  • Intelegensi linguistik
  • Intelegensi matematis-logis
  • Intelegensi ruang
  • Intelegensi kinestetik-badani
  • Intelegensi musical
  • Intelegensi interpersonal
  • Intelegensi intrapersonal
  • Intelegensi naturalis
  • Intelegensi eksistensial

Pengertian Wirausaha

  1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur mengatur permodalan operasinya.
  2. Menurut Richard Cantillon (1755), entrepreneurial is an innovator and individual developing something unique and new (wirausaha adalah seorang penemu dan individu yang membangun sesuatu yang unik dan baru).
  3. Menurut J.B Say (1803), wirausaha adalah pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efekif dan efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi lebih tinggi.
  4. Menurut Dan Stein dan John F. Burgess (1993:35), wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.
  5. Menurut Schumpeter (dalam Bygrave, 1996), wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang dan menciptakan oragnisasi untuk mengejar peluang tersebut.
  6. Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa dijual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa : wirausaha adalah seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.

Potensi Seorang Wirausaha

Para wirausaha adalah orang-orang yang berorientasi kepada action (tindakan), dan bermotivasi tinggi yang menantang risiko dalam mengejar tujuannya. Berikut adalah potensi-potensi dari seorang wirausaha :

  1. Percaya diri
  2. Berorientasi kepada tugas dan hasil
  3. Berani menantang risiko
  4. Memiliki jiwa kepemimpinan
  5. Mempunyai sikap orisinil
  6. Berorientasi ke masa depan
  7. Bersikap Profesional

 

Dari sekian banyak potensi wirausaha, seyogyanya dimiliki dan dikembangkan oleh setiap wirausahawan. Memang tidak pernah ada  seseorang yang memiliki seluruh potensi tersebut secara utuh atau sempurna, sehingga semakin banyak seseorang memiliki potensi tersebut, semakin besar peluangnya menjadi wirausaha yang sukses. Seorang wirausaha yang sukses tidak hanya sekedar memiliki potensi saja tetapi juga harus memiliki sikap mental sebagai seorang wirausaha.

 

Sikap Mental Wirausaha

 

Mental (Spirit) wirausaha seringkali mengalami fluktuasi, oleh karena itu perlu dikembangkan secara positip dan terus-menerus, agar jiwanya selalu optimis dan penuh semangat. Sampai saat ini pengembangan mentalitas tersebut diharapkan tetap terus digalakkan, mengingat wirausaha kita masih sedikit jumlahnya yakni kurang dari 2% dari jumlah penduduk.

 

Sebab-Sebab Kegagalan Perusahaan

  1. Manajemen yang jelek
  2. Pengelolaan modal belum memadai
  3. Modal relatif kecil
  4. Cepat putus asa, atau tidak tekun
  5. Kurang kreatif
  6. Banyak melakukan kelalaian
  7. Tidak tepat dalam berjanji
  8. Kurang jujur dalam bisnis
  9. Kurang perhitungan dalam segala hal
  10. Tidak dapat memenuhi selera konsumen
  11. Banyak pemborosan
  12. Pelayanan yang kurang memuaskan
  13. Peraturan Pemerintah yang kurang menguntungkan
  14. Tidak ada kader penerus

Khususnya tentang manajemen yang jelek biasanya banyak disebabkan oleh:

1)   Melakukan segala sesuatu secara tradisional

2)   Tidak ada pengalaman dalam manajemen

3)   Kurang memahami bidang usaha

4)   Tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan kemajuan teknologi

5)   Banyak mencampurkan urusan bisnis dengan urusan keluarga

6)   Laporan keuangan yang tidak cermat

7)   Sistem akuntansi yang jelek

8)   Salah memilih karyawan dan pelanggan

9)   Perencanaan yang jelek

10) Tidak bisa mengadakan diversifikasi usaha (terlambat penyesuaian)

 

  1. Saran

 

Makalah yang kami buat telah membahas tentang potensi kewirausahaan. Kami berharap setelah pembaca membaca makalah ini, pembaca dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, kami juga berharap pembaca tidak cepat puas dengan makalah yang telah kami sajikan ini dan kami berharap pembaca juga berusaha mencari sumber-sumber lain yang berkaitan dengan materi penulis . Hal ini dilakukan demi kesempurnaan pengetahuan dalam mendalami mata kuliah Enterpreneur.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://learning.enggar.net/materi-pengajaran/pengertian-wirausaha/
  2. http://sukbis.com/tujuan-dan-manfaat-kewirausahaan-bagi- mahasiswa/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s